UMAR IBN KHATTAB dan PENAKLUKAN JERUSALEM

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Konon di zaman jahiliyah Umar Ibn Khattab termasuk pemuka Quraisy[1] dan ketika masuk Islam beliau termasuk pemimpin kaum muslimin yang mulia.Di zaman jahiliyah beliau adalah orang yang keras dengan kebatilannya dan orang yang sangat pemberani dengan kebenaran Islam.

Umar Ibn Khattab adalah seorang pemimpin yang sangat pemberani tetapi penuh dengan perhitungan dan suka bermusyawarah.Umar adalah sahabat Rasullullah yang paling cemerlang, dan sebagai inspirator Umat Islam.Hidup Umar sangat sederhana dan lebih sederhana daripada seorang hamba sahaya.

Umar sering disebut sebagai sang penakluk dua imperium besar yaitu Romawi dan Persia. Umar pun pernah menaklukan beberapa daerah seperti Syriah, Jerusalem, Persia, dan Mesir.

Penulis membahas Kota Jerusalem sebagai Kota yang ditaklukan Umar karena penulis menganggap bahwa Kota Jerusalem ini adalah sebuah Kota yang unik.Kota yang di dalamnya terdapat tiga Agama Samawi.Kota Jerusalem juga termasuk Kota Suci ketiga bagi Umat Islam[2].

1.2. Rumusan Masalah

Dengan menimbang latar belakang penelitian yang telah penulis kemukakan, maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1)      Bagaimana Umar Ibn Khattab menaklukan Jerusalem?

2)      Bagaimana Umar Ibn Khattab masuk Islam?

3)      Bagaimana cara Umar Ibn Khattab memimpin umatnya?

4)      Mengapa Jerusalem disebut sebagai Kota Suci Tiga Agama?

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1)      Untuk mengetahui cara Umar menaklukan Jerusalem,

2)      Untuk mengetahui kisah Umar sewaktu memeluk Islam,

3)      Untuk mengetahui cara Umar memimpin para umatnya,

4)      Untuk mengetahui mengapa Jerusalem disebut sebagai Kota Suci Tiga Agama.

1.4. Pembatasan Masalah

Karena banyaknya  ruang lingkup pembahasan mengenai penelitian ini, terutama yang berkaitan denganUMAR IBN KHATTAB DAN PENAKLUKAN JERUSALEM, maka penulis hanya membatasi ruang lingkup pada Umar Ibn Khattab dan Penaklukan Jerusalem, dengan demikian pembahasan pada penelitian ini hanya mencakup judul diatas.

1.5. Kegunaan Penelitian

Dari informasi yang diperoleh, penulis berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat :

1)   Bagi Penulis.

a)   Mengetahui cara menjadi pemimpin yang baik,

b)   Mengetahui sikap pemimpin agar disegani oleh para umat,

c)   Mengetahui cara Umar menaklukan Jerusalem.

d)  Sebagai sarana pembelajaran dalam menulis Karya Tulis Ilmiah.

2)   Bagi Pondok Pesantren Daar el-Qolam.

Semoga KTI ini bisa bermanfaat bagi Pondok Pesantren Daar El-Qolam.

3)   Bagi pihak lain.

Semoga KTI ini dapat memberikan pengetahuan yang baru bagi yang membacanya.

1.6. Metodologi Penelitian

Metode Penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan KTI ini adalah metode penelitian kajian pustaka,yang bersifat seperti berikut :

1)Diskriftis Analitis,

2)Eksplanasi(penerangan),

3)Pendekatan Ilmu Sejarah.

Dan kesimpulan yang ditarik hanya berlaku untuk elemen-elemen yang diselidiki.

BAB II

RIWAYAT HIDUP UMAR IBN KHATTAB

2.1. Umar Sebelum Masuk Islam

Umar Ibn Khattab dilahirkan tiga belas tahun setelah kelahiran Rasulullah, atau sekitar tahun 586 M, di Makkah kota kosmopolitan[3] semenanjung Arab. Ayah Umar bernama Khattab bin Nufail Al-Mazhumi. Umar lahir dari keturunan yang mulia,ia berasal dari suku Quraisy yang paling terhormat. Karena Quraisy adalah klan ningrat atau bangsawan Arab yang paling disegani, orang yang berasal dari suku Quraisy ini sangat terpandang oleh masyarakat sekitar, dan merekapun sangat berperan dalam masyarakat. Mereka adalah para saudagar, pedagang kaya, penjaga ka’bah, pengawas para peziarah, penyelenggara diplomasi, penunjuk kepala suku, ksatria perang, pemegang administrasi perdagangan, dan peradilan orang-orang Arab. Umar memiliki 3 julukan :

1.Al-Faruq, artinya sang pembeda, julukan ini diberikan oleh Rasullullah untuk Umar, karena Umar mampu membedakan yang benar dan yang batil, yanga baik dan yang buruk.

2.Abu Hafsh, artinya ayah Hafshah, perempuan mulia yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Pernikahan ini terjadi sebagai bukti cinta kasih Rasul kepada seorang mukminah yang menjanda ditinggal mati suaminya.

3.Amirul Mukminin, artinya Pemimpin orang beriman.

Itulah julukan-julukan yang diberikan kepada Umar.

Diwaktu muda Umar sangat mahir dalam menulis dan membaca syair, dan ia pun banyak menghafal syair-syair Arab terkenal. Selain cerdas, terdidik, dan penyair andal, sewaktu muda juga Umar dikenal sebagai jawara gulat yang tangguh di sebuah pasar ternama yaitu Ukaz[4]. Umar memiliki tubuh yang gagah, tinggi, tegap, dan gembal. Nama Umar sangat terkenal didaerah tersebut. Ketika beranjak dewasa, Umar mulai menekuni perniagaan. Selain mendapatkan pengalaman niaga, Umar juga memperoleh banyak ilmu pengetehuan, wawasan, dan kecakapan yang terbuka luas. Umar sangat disegani dan dihormati dikalangan orang Arab, Quraisy pun memberinya jawatan terhormat.

Umar memiliki tujuh orang istri, baik yang dinikahi pada masa jahiliyah ataupun setelah memeluk Islam, mereka adalah :

  1. Zaynab binti Ma’zun, darinya Umar dikaruniai anak bernama Abdullah, Abdurrahman Al-Akbar, dan Hafshah,
  2. Malikah binti Jarul, darinya Umar dikaruniai anak bernama Ubaydillah,
  3. Quraybah binti Abi Umayah, darinya Umar tidak dikaruniai anak dan menceraikannya,
  4. Ummu Hakim binti Al-Harits ibn Hisyam, darinya Umar dikaruniai anak bernama Fathimah,
  5. Jamilah binti ‘Asyim ibn Tsabit,
  6. ‘Atikah binti Zayd ibn ‘Amr ibn Nufayl,
  7. Ummu Kultsum binti Ali ibn Abu Thalib, darinya Umar dikaruniai anak bernama Zayd dan Ruqayyah

Selain ketujuh istri diatas, Umar juga memiliki seorang budak perempuan bernama Luhaiyyah berasal dari Yaman, yang melahirkan Abdurrahman Al-Ashghar, dan satu orang budak lagi bernama Faqihah, yang melahirkan Zaynab. Umar memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kemuliaan, dan mendidik putra-putrinya dengan penuh kasih sayang.

Sebelum muslim, gaya hidup Umar lebih mewah karena hartanya Umar dulu sangat memusuhi Islam, Nabi Muhammad pun dianggap Umar sebagai dukun, kahin, penyair gila yang sedang mencari sensasi dan popularitas. Umar pun sangat membenci dan memusuhi Nabi Muhammad serta para pengikutnya. Kebencian dan amarah Umar memuncak ketika beberapa sahabat dan kerabat serta budak perempuannya memeluk Islam.

2.2. Umar Setelah Masuk Islam

Pada awalnya, saat Umar mengetahui bahwa Fatimah sudah memeluk Agama Islam, Umar sangat terperangah.Ia tidak percaya bahwa sepupu, dan adik kandungnya telah menjadi pengikut Rasul. Tanpa pikir panjang, Umar pulang.Ia mencari Fatimah. Fatimah tengah bersama Sa’d dan Khabbab Ibn Al-Art. Mereka tengah membawa lembaran-lembaran Al-Qur’an.Khabbab sedang membacakan surah Thaha dihadapan keduanya.Ketika mereka mengetahui Umar datang, Khabbab bersembunyi ke samping rumah.Fatimah mengambil lembaran-lembaran suci lalu menyembunyikannya.Umar pun berkata “Jangan sembunyikan apa pun dariku.Demi Tuhan aku telah mendengar jika kalian berdua telah mengikuti ajaran Muhammad dan mengingkari ajaran leluhur kita”.

Umar lalu mendekati sepupunya, Sa’d Ibn Zaid[5], yang juga suami adiknya. Sa’d dipukul hingga terpelanting. Fatimah berdiri untuk melindungi dan memeluk suaminya.Lantas Umar memukul Fatimah hingga darah adiknya itu pun mengalir.Melihat darah yang mengalir darinya[6], Fatimah pun menangis seraya berkata “Wahai Umar, apapun yang akan kau lakukan, maka lakukanlah sekehendakmu!Sungguh kami telah masuk Islam”.

Umar pun meminta lembaran-lembaran yang tadi mereka baca.Ia ingin mengerti apa yang telah dibawa Nabi Muhammad. Namun Fatimah tidak memberikannya, karena ia takut Umar akan merusak dan merobek lembaran-lembaran tersebut. Umar meyakini Fatimah bahwa ia tidak akan merobeknya.

Sebelum Umar memegang Al-Qur’an Fatimah pun meminta Umar untuk mandi terlebih dahulu, karena Umar dalam keadaan tidak suci atas kemusyrikan dan kekafirannya, lalu Umar pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Fatimah. Umar yang cakap dalam sastra Arab pun membacanya dengan seksama seraya berkata “Sungguh indah kalimat-kalimat ini”.

Mendengar Umar berkata demikian, Khabbab yang semula bersembunyi keluar dan berkata, “Demi Allah wahai Umar, sesungguhnya aku sangat berharap engkaulah lelaki yang dimaksud dalam do’a Rasulullah.Kemarin aku mendengar Muhammad berdo’a, Ya Allah muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua lelaki ini, Al-Umar al-Hakam Ibn Hisyam atau Umar Ibn Khattab.”

Pada akhirnya Umar memutuskan ingin bertemu Rasul dengan tujuan menyatakan Iman kepada Rasul-Nya, dan apapun yang Rasul bawa dari Allah. Ketika itu Rasul sedang berada didekat Bukit Safa[7]. Umar pun pergi ke daerah dekat bukit Safa untuk bertemu Rasul. Setalah Umar mengetuk pintu, salah satu seorang sahabat Rasul berdiri untuk membuka pintu, ia pun sangat terkejut melihat Umar berdiri didepan pintu sambil memegang sebilah pedang. Sahabat Rasul pun mengabarkan apa yang tadi dilihatnya. Akan tetapi Rasulullah tetap tenang lalu berkata “Izinkan ia masuk”. Umar dipersilahkan masuk kedalam rumah, dan Rasulullah menyambutnya kemudian mengajaknya masuk kedalam sebuah ruangan. Lalu Rasul mengambil kain dan memakaikannya ketubuh Umar dan menariknya dengan kuat sambil menanyakan apa maksud Umar menghampiri Rasul. Setelah Rasulullah dan para sahabatnya mengetahui apa maksud dan tujuan Umar menghampiri Rasulullah merekapun bertakbir dengan lantang.

Setelah Umar memeluk Islam, ia sangat segan terhadap Rasul tidak seperti sebelumnya. Ia hidup dalam kesederhanaan, dan jauh dari kemewahan duniawi berbeda pula seperti sebelumnya. Ia pun mempertaruhkan seluruh sisa hidupnya untuk membela dakwah Rasullullah. Ia menjadi sahabat terdekat Rasulullah, orang terpercaya, sekaligus penasihat utamanya. Umar sangat berperan besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam serta dalam kehidupan masyarakat. Sebelum Umar memeluk Islam para muslim merasa takut untuk shalat serta beribadah disekitar Ka’bah, namun setelah Umar memeluk agama Islam para muslim lebih leluasa untuk shalat dan beribadah disekitar Ka’bah, dan Islampun menjadi lebih gemilang.

2.3. Menjadi Khalifah

Setelah Rasulullah wafat terjadi perdebatan tentang siapa yang sepatutnya menggantikan kedudukan Rasulullah. Kaum Anshar mengajukan Sa’ad Ibn Ubadah sebagai pemimpin umat, ia adalah pembesar golongan mereka.Tetapi tiba-tiba saja Huban Ibn Munzir dari kalangan Anshar mengajukan agar pemimpin umat terdiri dari dua orang, satu dari Anshar, dan satu lagi dari Muhajirin. Saat mendengar perkataan itu Umar langsung menolak ajuan tersebut.Umar menegaskan bahwa jangan sampai terdapat dua pengemudi dalam satu perahu[8].Lalu Umar pun bahwa yang pantas menjadi pengganti Rasulullah adalah Abu Bakar, karena Rasul pun pernah menunjuk Abu Bakar untuk menggantikan Nabi menjadi imam shalat. Abu Bakar adalah orang yang sangat dicintai Rasulullah, iapun satu-satunya orang yang menemui Rasul di gua saat berhijrah. Jadi Abu Bakaradalahyang pantas menjadi pengganti Rasulullah.Sahabat-sahabat Rasul menyetujui pemilihan yang secara aklamasi ini.

Abu Bakar  menjadi khalifah selama dua tahun tiga bulan, selama Abu Bakar menjadi khalifah Umar selalu mandampingi Abu Bakar, dan menunjukan kesetiaannya kepada Abu Bakar. Abu Bakar adalah khalifah sementara Umar adalah naib.Menjelang wafat, Abu Bakar memanggil beberapa sahabatnya untuk menentukan siapa khalifah setelahnya.Sebenarnya Abu Bakar telah mempunyai pilihan siapa yang pantas menggantikan dirinya.Abu Bakar memilih Umar sebagai pengganti dirinya, karena Umar adalah orang yang sangat dipercaya oleh Abu Bakar.Namun Abu Bakar meminta pendapat para sahabatnya, seperti Abdurrahman Ibn Auf, Utsman Ibn Affan, dan Thalhah Ibn Ubaidillah.Semua sahabat Abu Bakar metujui Umar Ibn Khattab sebagai pengganti khalifah Abu Bakar.

Abu Bakar menuliskan surat wasiat agar para rakyat mau mematuhi Umar. Utsman segera keluar membawa surat tersebut dan membacakannya dihadapan rakyat. Setelah proses pembacaan surat tersebut selasai, dan para rakyat bersumpah untuk mematuhi Umar, Abu Bakar segera memanggil Umar dan berwasiat untuk selalu menegakkan agama Allah, dan selalu berepegang pada kebenaran. Setelah Abu Bakar berpesan kepada Umar, pikiran Umar pun seketika diliputi tanggung jawab yang akan dipikulnya nanti. Pada Senin malam, 21 Jumadil Akhir 13 H (22 Agustus 832 M) disaat beberapa sahabat Abu Bakar tengah berkumpul di kamar Abu Bakar, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya. Seluruh sahabat dan kaum muslim kehilangan seorang khalifah yang sangat mulia, jujur, dan halus budi pekertinya. Dan Umar Ibn Khattablah yang diamanahkan  memegang jabatan pemimpin Negara Islam yang kedua. Saat Abu Bakar  meninggal dunia, Umar yang diberi tanggung jawab besar sebagai pemimpin umat Islam bertekad untuk memajukan Islam. Umar berjanji kepada Allah SWT dan seluruh umat Islam bahwa Umar akan mengasihi rakyatnya, serta berlaku adil dalam segala perkara sesuai kemampuannya. Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat.

BAB III

PENAKLUKAN JERUSALEM

3.1. Sejarah Awal Jerusalem

Jerusalem bukanlah kota biasa. Jerusalem bukan hanya sekedar kota. Jerusalem tidak bisa dibandingkan dengan kota-kota yang lain seperti Paris, London, New York, Washington, Moskow, atau Roma.Jerusalem terletak di sebuah wilayah yang menjadi jembatan, yang menghubungkan antara Asia, Afrika, dan Eropa.Jerusalem merupakan salah satu tempat suci yang didalamnya menyimpan sejarah, kisah, dan ajaran tentang kedamaian.Jerusalem memiliki sejarah panjang.Kota Jerusalem juga sering dikenal dengan sebutan Aelia Capitolina[9].Kota ini telah ditaklukan, dihancurkan, dan dibangun kembali selama berkali-kali. Selama tiga puluh abad terakhir, sudah lebih dari dua puluh kali kota ini ditaklukan dan dihancurkan serta dibangun kembali. Sepanjang masa itu pula sejarah Jerusalem mengisahkan banyak hal tentang kasih, kebencian, dan kegairahan. Namun, Jerusalem bukan kota malaikat. Jerusalem juga tempat tinggal manusia biasa. Karena itu, nafsu-nafsu manusiawipun tetap hidup di kota suci itu. Jerusalem benar-benar berbeda dengan kota-kota lain didunia.Masyarakat Jerusalem atau mereka yang tinggal disekitar tempat-tempat suci tersebut masih menggunakan Bahasa Arab.Ada satu hal yang membedakan kota ini adalah kota ini sangat penting artinya bagi tiga Agama Samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam.

Adalah sikap yang sangat tidak terpuji dan tidak bijaksana bilamana klaim kepemilikan atas Jerusalem hanya didominasi oleh satu Agama saja. Karena pada pasalnya pun, kota tersebut sudah ditakdirkan Tuhan untuk menjadi milik Agama Samawi dalam rangka berjumpa dengan Tuhan mereka Yang Esa.

Ribuan orang yang datang berziarah ke Jerusalem percaya bahwa kota itu adalah pintu gerbang menuju surga[10]. Di Jerusalem, mereka demikian dekat dengan Tuhan secara fisik. Mereka merasa di Jerusalembisa bertemu Tuhan.Mereka pun merasa ditempat inilah manusia bisa bercakap-cakap dan bersentuhan dengan Tuhan Sang Pencipta. Ketiga penganut Agama Samawi sama-sama mencintai Tuhan dan mereka mengungkapkannya dengan cara masing-masing. Di Jerusalem semua itu bisa terlihat di Tembok Ratapan, di Gereja Makam Kristus, di Masjid Al-Aqsha, dan di Dome of The Rock atau Masjid Kubah Batu. Ada satu hal yang sangat biasa apabila di senja hari, ketika adzan maghrib membubung tinggi menyeruak langit Jerusalem, tiba-tiba suara dentang lonceng Gereja mengiring doa Malaikat Tuhan dan membuat suasana senja semakin terasa magis. Sementara sejumlah penganut Agama Yahudi masih khusyuk sambil mengangguk-anggukan kepala menderaskan do’a didepan Tembok Ratapan. Semuanya memuliakan Tuhan.

Pemandangan yang memang tidak bisa dilupakan, yaitu bahwa Umat beragama melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing tanpa ada kecurigaan dan kebencian.Hal tersebut menunjukkan bahwa secara sosiologis masyarakat yang tinggal di Jerusalem lebih menghendaki kedamaian daripada kekerasan.

Meski Agama Samawi berasal dari akar yang sama, dalam praktiknya pemeluk agama-agama itu tidak mampu untuk hidup damai berdampingan. Keadaan menjadi semakin pelik karena perbedaan itu sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Akibatnya Jerusalem yang seharusnya menjadi kota yang tenang dan sejuk bagi orang untuk beribadahberubah menjadi kota yang menakutkan. Kondisi itu semakin diperparah oleh begitu adanya tentara Israel berjaga-jaga disemua sudut kota dengan senjata tajam dan kendaraan lapis baja.

Harapan bagi terciptanya Jerusalem yang damai bukan tidak diupayakan. Berbagai langkah untuk mengakhiri segala salah pengertian berulang kali dilakukan. Namun, usaha keras yang telah dilakukan belum juga memberikan hasil yang menggembirakan. Bahkan seringkali terjadi kesedihan-kesedihan baru, karena mereka yang mengupayakan perdamaian justru akhirnya harus membayar langkahnya dengan nyawanya.

Table 1 Sejarah Jerusalem

PERIODE

TAHUN

PERISTIWA

Hyksos

1400 SM

Nama Jerusalem muncul dengan nama Urusalim di Surat Amarna.

1000 SM

Raja Daud menaklukan Jerusalem.

960 SM

Raja Solomon mendirikan Kenizah pertama

931 SM

Pembagian wilayah kerajaan menjadi Israel dan Judea.

721 SM

Kerajaan Asuriah mengalahkan Samaria pengungsi melarikan diri ke Jerusalem kota berkembang kearah barat.

597 SM

Babilonia mengepung Jerusalem.

586 SM

Penghancuran Jerusalem dan Kenizah pertama oleh Nebukadnezar dan pengasingan bangsa Yahudi ke Babilonia.

539 SM

Kejatuhan Kerajaan Babilonia

Persia

539 SM

Kerajaan Persia diperintah oleh Cyrus yang mengalahkan Babilonia menduduki Jerusalem

537 SM

50.000 Orang Yahudi yang ditawan di Babilonia diizinkan kembali ke Jerusalem atas perintah Raja Cyrus.

516 SM

Membangun Kenizah kedua dipimpin oleh Zerubbabel.

458 SM

Ezra, ahli kitab dari Babiloniamemulihkan peraturan.

445 SM

Nehemiah menemui Gubernur Yudea, Artaxerxes, kembali dari Babilonia dan membangun kembali dinding kota. Kota berkembang kearah Timur.

Helenistik

332 SM

Kerajaan Makedonia dibawah Raja Alexander Agung mengalahkan Darius di Gaugamela dan menduduki Jerusalem setelah mengalahkan Persia.

537 SM

Kematian Alexander Agung di Babilonia.

164 SM

Judah Makabe menguasai kembali Jerusalem dan memperbaiki Kenizah.

Hasmonean

141 SM

Jerusalem meluaskan wilahnya kearah Barat.

Herodian

37 SM

Herodes naik tahta, menguasai Jerusalem dan membangun kembali Kenizah kedua.

70

Jerusalem jatuh, Kenizah dirusak oleh Legiun Romawi pimpinan Titus.

Kekaisaran Romawi

70

Romawi menjadikan Jerusalem sebagai kota Pagan dengan nama Aelia Capitolina dan menumpas bangsa Yahudi di Palestina.

63

Jendral Romawi Pompey menguasai Jerusalem.

135

Kaisar Hadrian menghancurkan Jerusalem, tembok kota dan kota baru Aelia Capitolina, orang Yahudi tidak diizinkan tinggal di Jerusalem.

Byzantium

326

Ratu Helena, Ibunda Konstantinus Agung mengunjungi Jerusalem dan meminta dibangun Gereja Makam Kristus.

438

Kaisar Eudocia mengizinkan orang Yahudi untuk kembali ke Jerusalem.

614

Bangsa Persia mengalahkan Jerusalem, mengahancurkan hampir seluruh Gereja dan mengusir orang Yahudi.

Islam Awal

637

Khalifah Umar memasuki Jerusalem.

691

Dome of the Rock dibangun Khalifah Abdul Malik.

705

Konstruksi Masjid Al-Aqsha diawali oleh Khalifah Al-Wahid.

1010

Khalifah Al-Hakim memerintahkan penghancuran Sinagoga dan Gereja.

Perang Salib

1099

Bangsa Frank, dipimpin Godfrey de Bouillon, menguasai Jerusalem. Baldum 1 sebagai Raja Jerusalem.

Ayyubiah

1187

Saladim merebut Jerusalem dari pasukan Salib. Saladin mengizinkan Yahudi dan muslim kembali dan menetap di Kota Jerusalem.

1219

Tembok Kota dihancurkan oleh Sultan Malik Al-Mu’assam.

Mameluk

1250

Memeluk Mesir merebut Jerusalem.

Ottoman

1517

Ottoman mengambil alih Jerusalem secara damai.

1537-1541

Sultan Sulaiman membangun kembali Tembok Kota termasuk tujuh pintu gerbang dan menara Daud. Gerbang Damaskus dibangun tahun 1542.

1700

Rabbi Yehuda He Hassi datang, mulai membangun Sinagoge Hurva.

1838

Kedutaan pertama (Inggris) dibuka di Jerusalem.

1860

Pemukiman Yahudi pertama diluar Tembok Kota.

Mandat Inggris

1917

Inggris menguasai Palestina setelah mengalahkan kekaisaran Ottoman pada PD 1.

Israel

1948

Negara Israel berdiri setelah mendat Inggris berakhir.

1949

Jerusalem diresmikan sebagai ibukota Israel.

1967

Perang enam hari, Israel merebut Kota Tua, tepi barat dan Jerusalem Timur dari Jordania, Jalur Gaza, dan Gurun Sinai dari Mesir serta Dataran Tinggi Golan dari Suriah.

23 Juni 1967

Umat Muslim, Kristen,Yahudi diberi akses ketempat suci Jerusalem.

1980

Jerusalem ditetapkan sebagai ibukota Israel, secara sepihak.

3.2. Penyerahan Jerusalem

Pada tahun 635 M, Khalifah Umar Ibn Khattab memerintahkan Amr Ibn Al-Ash dan Syarhabil Ibn Hasanah beserta pasukannya bergerak menuju Palestina dengan tujuan menaklukan Jerusalem. Sebelum Amr Ibn Al-Ash dan Syarhabil Ibn Hasanah beserta pasukannya menuju Jerusalem, banyak daerah-daerah tertentu yang harus ditaklukan terlebil dahulu.

Pasukan Islam bergerak melalui Golan (Jaulan), daerah pegunungan yang subur, hijau, rimbun, sejuk. Di situlah Pasukan Islam berhenti untuk beristirahat sejenak. Dari Golan, Amr dan pasukannya memasuki Galileia, sebuah kawasan hijau dan subur di bagian Utara Palestina. Galileia mempunyai nilai sejarah penting dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Amr dan pasukannya tidak mendapat banyak kesulitan ketika menaklukan kota-kota sepanjang Galileia. Mereka hanya mendapat perlawanan kecil dari pihak Byzantium yang masih tersisa. Amr dan pasukan Islam memberi jaminan keamanan dan kepemilikan kepada seluruh rakyat Galileia.

Sementara itu Yazid Ibn Abi Sufyan dan adiknya, Mu’awiyah, yang ditugaskan untuk menaklukan sepanjang pesisir pantai Levantina, membagi pasukan kedua arah, arah Utara dan arah Selatan. Di Utara, pasukan Islam yang dipimpin oleh Mu’awiyah berhasil menaklukan Beirut, Tripoli, Sidon, Byblos, dan Latakia. Sedangkan arah Selatan, pasukan Islam yang dipimpin oleh Yazid berhasil menaklukan satu persatu kota-bandar disepanjang kota pesisir itu, seperti Sidon, Tyre, Acre, hingga Haifa dibagian Provinsi Palestina.

Tinggal Caesarea, Kota bandar di pesisir Levantina bagian barat Palestina, memiliki pertahanan terkuat untuk Byzantium setelah kepergian Heraklius ke Konstantinopel. Konstantin II, anak Heraklius, masih bertahan di kota-bandar itu bersama sejumlah pasukan. Saat mengetahui pasukan Islam yang dipimpin oleh Amr Ibn Al-Ash bersama Syarhabil Ibn Hasanah tengah bergerak ke arah Palestina, Pangeran Konstantin II segera mempersiapkan pasukan dan memanggil bala bantuan dari Siprus dan Konstantinopel dan mengangkat Artavon sebagai panglima. Sementara itu, pasukan Yazid yang telah menaklukan Haifa segera bergabung dengan pasukan Amr, untuk kemudian bersama-sama menuju Jerusalem. Saat melintasi Ajnadin, pasukan Islam bertemu dengan pasukan Byzantium dari Caersarea. Pertempuran pun pecah dengan sangat dahsyat seperti Perang Yarmuk dulu. Dalam pertempuran itu, pihak Byzantium kembali dikalahkan. Kemudian Artavon, panglima perang dari Caesarea, beserta beberapa pasukan yang tersisa lantas melarikan diri menuju Jerusalem.

Pasukan Islam telah tiba di sisi kota kuno itu dan melangsungkan pengepungan kota sepanjang musim dingin. Khalifah Umar memerintahkan Abu Ubaidah, Khalid, dan Mu’awiyah, yang telah berhasil menaklukan seluruh wilayah Suriah dan Pesisir Levantina, untuk segera bertolak ke Jerusalem dan bergabung dengan pasukan Amr.

Dibalik benteng, didalam Gereja, Panglima Artavon dan Patriack Sophronius, Uskup Agung gereja Jerusalem, tengah berdebat sengit[11]. Artavon tetap bersikukuh menginginkan Jerusalem dipertahankan dari penaklukan pasukan Islam, sekalipun harus mengorbankan peperangan di dalam Kota Suci ini. Sementara Sophronius manganggap bahwa pendudukan orang-orang Islam adalah penjelmaan dari kehendak Tuhan yang dikirimkan untuk mengakhiri kekuasaan orang-orang Byzantium. Sophronius lebih memilih bernegosiasi dan menyerahkan Jerusalem kepada pihak Islam dengan jalan damai.

Orang-orang yang ikut berkumpul di Gereja dan mengikuti jalannya perdebatan akhirnya menyetujui pendapat sang Uskup. Mereka setuju jika Jerusalem diserahkan kepada Islam dengan jalan damai. Maka, salah seorang utusan dikirim untuk menemui pihak Islam di luar benteng. Utusan itu datang membawa syarat-syarat penyerahan Kota, yaitu tidak akan ada pengangkatan senjata, diizinkan sisa-sisa pasukan Byzantium untuk berangkat ke Mesir, dan penyerahan Jerusalem diterima secara langsung oleh pemimpin tertinggi Islam, yaitu Khalifah Umar. Abu Ubaidah menerima syarat-syarat tersebut. Ia pun mengundang Khalifah Umar ke Jerusalem untuk menerima penyerahan kota tersebut.

Kabar kedatangan Khalifah Umar ke Jerusalem telah tersebar ke seluruh pelosok kota itu. Semua menantinya dengan sukacita, seluruh penduduk Jerusalem pun tumpah ruah di gerbang kota. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan tampak bersiap menanti arak-arakan kunjungan kenegaraan yang akan tiba, untuk melihat, menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada Khalifah yang terkenal karena keadilannya itu. Namun arak-arakan yang diharapkan itu tidak ada. Di ujung sana mereka hanya melihat dua orang yang sederhana bersama seekor unta yang kelelahan. Salah seorang dari mereka duduk di atas punggung unta, dan yang lainnya berjalan kaki sambil menuntun untanya. Para penduduk pun mengira bahwa khalifah pastilah yang duduk di punggung unta, segera seluruh penduduk kota berlarian menyongsong dan menyalami sang penunggang unta untuk menyambutnya, tapi ternyata yang duduk di punggung unta adalah pengawal khalifah. Karena dalam melewati perjalanan jauh dari Damaskus ke Jerusalem, Umar menghargai pengawalnya dengan bergantian menaiki unta mereka. Dan pada saat menjelang tiba di gerbang kota, merupakan giliran Umar lah yang berjalan menuntun unta. Semua orang takjub dengan pribadi sang pemimpin besar Islam itu. Umar pun hanya memakai jubah yang sudah lusuh dan jahitan. Ia juga hanya membawa perbekalan makanan ala kadarnya seperti sekantong gandum, sekantong kurma, sebuah piring kayu, sebuah kantong air dari kulit, dan selembar tikar untuk beribadah.

Khalifah Umar lalu diajak Uskup Sophronius berkeliling ke tempat-tempat suci disepanjang kota. Saat waktu zuhur tiba, Uskup Sophronius membukakan Gereja Makam Suci, tempat bersuci umat Kristen, lalu ia mempersilahkan Khalifah Umar untuk melaksanakan shalat di dalam Gereja. Tawaran kehormatan itu disambut baik oleh Umar. Namun, Umar menolak untuk shalat di gereja Makam Suci, lalu berkata “Jika saya melaksanakan shalat di gereja ini, saya khawatir para pengikut saya yang tidak mengerti dan orang-orang yang datang ke sini dimasa yang akan datang akan mengambil alih bangunan ini kemudian mengubahnya menjadi masjid, hanya karena saya pernah shalat di dalamnya. Mereka akan menghancurkan tempat ibadah kalian. Untuk menghindari kesulitan ini dan supaya Gereja kalian tetap sebagaimana adanya, maka saya shalat diluar”.

Khalifah Umar lalu keluar dari Gereja, meminta ditunjukkan tempat reruntuhan Kuil Sulaiman. Uskup Sophronius menunjukkan tempat itu yang ternyata kotor dan tertimbun sampah. Barsama sahabat lainnya, Khalifah Umar membersihkan sendiri tempat tersebut lalu menggariskan sebuah tapak unuk dijadikan tempat shalat. Ditempat itu pula Khalifah Umar memerintahkan agar dibangun masjid yang kelak dikenal dengan Masjid Umar.

Penaklukan Jerusalem menandai selesainya serangkaian Penaklukan Islam atas seluruh wilayah Suriah dan Palestina, di samping Yordania dan Pesisir Levantina.Penaklukan tersebut mengakhiri kekuasaan Yunani-Romawi yang telah berkuasa di wilayah tersebut selama beberapa abad. Sejak saat itu pula, seluruh wilayah tersebut berada di bawah naungan kekuasaan Islam.

3.3. Jerusalem Kota Suci Tiga Agama

Jerusalem termasuk kota paling penting dihamparan muka bumi bagi semua tradisi agama samawi. Agama Samawi secara bahasa dapat diartikan sebagai agama langit yaitu agama yang dibangun berdasarkan wahyu Allah yang diturunkan dari langit kepada seluruh makhluk. Agama Samawi memiliki nama lain yaitu Agama Abrahimik. Nama lain ini didasarkan karena agama samawi adalah agama monoteistik yang pada mulanya dibawa oleh Nabi Ibrahim A.S.

Agama-agama yang dianggap termasuk kedalam Agama Samawi yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Dizaman sekarang ini diperkirakan lebih dari setengah penduduk dunia adalah penganut Agama Ardhi(agama buatan manusia). Agama Ardhi adalah lawan dari Agama Samawi.

Agama Yahudi, Kristen, dan Islam juga sering disebut agama-agama Ibrahimi. Maksud dari Agama Ibrahimi adalah pokok-pokok ajarannya mengikuti ajaran Ibrahim. Agama-agama Ibrahimi lebih menekankan keselamatan melalui Iman serta keterkaitan langsung antara iman dan perbuatan nyata manusia.

Menurut Agama Yahudi Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama menolak penyembahan berhala setelah peristiwa banjir besar pada zaman Nuh dengan analisisnya yang sangat rasional. Menurut Agama Kristen Nabi Ibrahim adalah teladan bagi iman, Nabi Ibrahim juga rela mengorbankan anaknya demi ketaatan kepada Allah SWT. Sedangkan didalam Agama Islam Nabi Ibrahim memiliki posisi yang lebih penting daripada Agama Yahudi dan Agama Kristen. Nabi Ibrahim adalah seorang penentang kebatilan, kekasih Allah dan pejuang monoteisme, ia pun menjadi imam bagi seluruh dunia bagi agama-agama yang meyakininya.

Seiring dengan perjalanan masa dan mulai berkurangnya keimanan manusia dalam beragama, tanah suci Jerusalem mulai diperebutkan oleh pemeluk Agama Samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Pemeluk Agama Samawi tersebut mengaku sebagai pemilik Tanah Suci. Secara hukum dan politis, Jerusalem adalah milik umat muslim, namun secara keagamaan, Tanah Suci adalah milik Yahudi, Kristen, dan Islam. Pernyataan ini dinyatakan karena Agama Yahudi menganggap Baitul Maqdis dibangun oleh Nabi Sulaiman di Masjidil Aqsha. Masjidil Aqsha adalah hamparan tanah lapang berbentuk persegi panjang. Menurut Agama Kristen Masjidil Aqsha tempat Nabi Isa tinggal dan mangkat, sedangkan menurut Agama Islam Masjidil Aqsha adalah tempat Nabi Muhammad melakukan Mikraj. Masjidil Aqsha lebih mirip dengan sebuah bangunan tempat peribadatan  kerena disana banyak bangunan-bangunan seperti Tembok Ratapan, Gereja Makam Suci, serta Masjid Kubah Batu dan Al-Aqsha yang dibangun oleh Khalifah Abdul Malik. Maka dari itu ketiga Agama tersebut memiliki ikatan emosional dengan Jerusalem, dan mereka pun memperebutkan kota Jerusalem.

3.3.1. Agama Yahudi

Agama Yahudi adalah agama yang memiliki ajaran yang sama dengan Islam dan Kristen, karena ketiga agama ini memiliki leluhur yang sama yaitu Ibrahim A.S. Pemeluk Agama Yahudi percaya akan wujudnya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta yang menyelamatkan Israel dari penindasan dan perbudakan di Mesir. Nabi Musa adalah pembawa Agama Yahudi. Allah SWT mengutus Nabi Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan ditanah Mesir dan menyatukan mereka menuju tanah yang telah dijanjikan, yaitu Tanah Kan’an.

Agama Yahudi merujuk pada dua sumber pokok yaitu Kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa dan Kitab Talmudyang dianggap sebagai interpretasi dari Taurat. Akan tetapi Kitab Talmud lebih digunakan sebagai Kitab pegangan Agama Yahudi, padahal ajaran dari Kitab Talmud kebanyakan bertolak belakang dengan ajaran Kitab Taurat.

Dalam tradisi bangsa Israel-Yahudi, Masjidil Aqsha lebih sering disebut oleh bangsa Israel-Yahudi dengan sebutan Baitul Maqdis atau dengan sebutan lain sebagai Kuil Sulaiman. Tempat ini adalah tempat yang sangat berarti bagi kelangsungan agama dan keberdayaan bangsa mereka. Mereka juga menganggap bahwa Nabi Sulaiman telah membangun Masjidil Aqsha senagai tempat kehadiran Tuhan Yahweh dimuka bumi.Ditanah suci itulah Mesiah kelak datang untuk menegakkan kebebasan, kemenangan, dan kemegahan bangsa Israel dimuka bumi.

Baitul Maqdis atau Kuil Sulaiman adalah sebuah bangunan berupa dinding yang besar dan tinggi. Dinding ini memiliki ukuran panjang sekitar 485 meter dan kini tinggal 60 meter. Bangunan ini lebih dikenal dengan nama Tembok Ratapan. Tembok Ratapan adalah bangunan tersuci dan termula bagi bangsa Israel-Yahudi. Mereka sering menulis pada selembar kertas untuk meminta suatu permintaan tertentu kepada Yahweh, lalu mereka menyisipkan kertas tersebut dicelah-celah Tembok Ratapan tersebut. Dahulunya tembok ini dinamakan Tembok Barat. Namun kerena mereka sering mangadakan ritual dan sering menangisi dosa sehingga muncullah sebutan Tembok Ratapan. Mereka meyakini bahwa di Tembok Ratapan inilah Tuhan Yahweh selalu hadir dimuka bumi. Mereka beranggapan bahwa berdo’a disana seperti berkomunikasi langsung dengan Tuhan Yahweh. Inilah sebab Agama Yahudi tetap bersikukuh mempertahankan Jerusalem.

3.3.2. Agama Kristen

Agama Kristen adalah salah satu Agama Samawi yang memiliki penganut paling banyak didunia. Kata Kristen berasal dari panggilan untuk murid-murid Yesus yang pertama, juga diambil dari nama Yesus sendiri yaitu Kristus. Sampai akhirnya agama ini disebut sebagai Agama Kristen dan menganut sebuah kepercayaan yang berdasarkan pada ajaran hidup, sengsara, dan kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Para penganut Agama Kristen beribadah di gereja-gereja khususnya hari Minggu, karena hari Minggu dianggap sebagai Hari Raya mereka, dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab atau sering disebut juga dengan Injil. Agama Kristen dibawa oleh Nabi Isa AS, didalam Kristen Nabi Isa AS disebut dengan Yesus Kristus. Penganut Agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus bukan hanya pemberi kabar gembira bagi mereka, melainkan mereka juga menganggap Yesus atau Isa Almasih sebagai Tuhan atau Mesiah, juru selamat bagi seluruh umat manusia, merekapun menganggap Isa Almasih bisa menebus manusia dari dosa. Kekristenan adalah Agama Monotoisme tetapi menganut kepercayaan tiga pribadi Tuhan atau Tritunggal yaitu Tuhan Bapak (Allah), Tuhan Anak (Yesus), dan Tuhan Roh Kudus.

Bangsa Israel-Yahudi menganggap bahwa Nabi Sulaiman yang telah membangun Beit Ha Mikdas atau Kuil Sulaiman. Sedangkan tradisi Agama Kristen tidak mengkaitkan Masjidil Aqsha atau tidak mengkaitkan keistimewaan Jerusalem dengan Nabi Sulaiman, Nabi Daud, Nabi Musa, Nabi Ya’kub, Nabi Ishak, dan Nabi Ibrahim. Akan tetapi Agama Kristen mengkaitkan keutamaan Jerusalem pada kisah Yesus Kristus.Para penganut Agama Kristen tersebut beranggapan bahwa ditanah itulah Yesus Kristus menjalani kehidupan dimuka bumi, sampai pada kisah penyaliban dan sampai Yesus dikebumikan. Dengan kisah inilah penganut Agama Kristen menganggap Masjidil Aqsha serta sejumlah kota lain seperti Nazareth, Bethlehem, dan Bukit Zaitun memiliki keterkaitan fisik secara langsung dengan surga dilangit. Dalam hal ini pula penganut Agama Kristen menempatkan dan menganggap Tembok Ratapan sebagai tempat bagi kehadiran Tuhan Yahweh dihamparan muka bumi. Para penganut Agama Kristen ini pun menempatkan unsur material sebagai penghubung antara dunia dan Tuhan di Tembok Ratapan.

Penganut Agama Kristen juga beranggapan bahwa ditanah Masjidil Aqsha di Bukit Muriah itulah jenazah Yesus Kristus dibaringkan seusai disalib di Bukit Zaitun[12]. Hal ini dilakukan Yesus demi menebus dosa umat manusia. Yesus diletakkan disebuah bongkahan batu yang dulu masih ada di Gereja Makam Suci. Kemudian Yesus dikuburkan disuatu daerah didekat tembok kota. Makam Yesus berada didalam sebuah ruangan tertentu,dan untuk menuju kesana harus melewati suatu  pintu yang seperti goa, disanapun terdapat ruangan kecil dan bangku-bangku sebagai tempat para penganut Agama Kristen berdo’a kepada Yesus. Hal inilah yang menyebabkan para penganut Agama Kristen mempertahankan Jerusalem.

3.3.3. Agama Islam

Agama Islam adalah Agama yang dibawa oleh Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW, berdasarkan wahyu Allah SWT. Agama Islam ini juga termasuk dalam Agama Ibrahim atau Agama Samawi yang bersumber kepada ketauhidan yang mempunyai dua keimanan mutlak yaitu Iman kepada Allah Yang Maha Esa dan Iman kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusannya. Nabi Muhammad adalah pengemban risalah Islam. Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir dan Nabi penutup. Nabi Muhammad terlahir dari putra salah satu keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim, melalui pernikahanya dengan Hajar.

Nabi Muhammad ialah putra Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasim Al-Quraisy. Sepanjang sejarah nasab keluarga, leluhur Nabi Muhammad termasuk orang baik, dikenal berakhlak mulia, tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar, serta mentaati ajaran Agama Ibrahim. Kelahiran Nabi Muhammad di Mekkah seolah-olah telah diisyaratkan dalam do’a Nabi Ibrahim ketika meninggalkan Hajar dan Ismail. Nabi Muhammad dilahirkan di Mekkah pada tahun 12 Robiul Awal Tahun Gajah (571 M), beliau dilahirkan di zaman Jahiliah. Pada zaman ini masyarakat yang hidup tidakmempunyai moral dan akhlak. Kebanyakan dari mereka merupakan penyembah berhala dan sebagian yang lain menganut Agama Yahudi dan Kristen. Mekkah juga merupakan tempat yang suci bagi mereka, karena disana terdapat banyak berhala.

Sekitar tahun 661 wahyu pertama diturunkan di Gua Hira kepada Nabi Muhammad, ketika itu Nabi Muhammad berumur 40 tahun. Pada saat inilah Nabi Muhammad mulai berdakwah tiga tahun secara sembunyi-sembunyi dan selanjutnya diteruskan secara terang-terangan. Orang yang pertama kali diajak Nabi Muhammad masuk Islam adalah Khadijah,lalu kedua anak angkatnya, yaitu Ali bin Abu Thalib dan Zaid bin Haritsah. Setelah itu, diajak pula sahabat-sahabatnya. Dikalangan sahabat antara lain Abu Bakar, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Waqqash, Abdurrahman bin Auf, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Setelah Islam telah memiliki banyak pengikut di kota Mekkah maka pada tahun 622 M Nabi dan  pengikutnya hijrah ke Yastrib agar terhindar dari gangguan kafir Quraisy, dikota inilah Umat Islam mulai terbentuk dengan kaum Muhajirin dan Anshar yang bersatu kuat,dan karena persatuan mereka Umat Islam selalu memenangkan peperangan. Banyak para masyarakat Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam. Hal ini terjadi karena kamahiran Nabi dalam berdiplomasi, bertindak dan berperang, serta perjuangan para sahabat yang tak henti-hentinya demi kejayaan Islam. Hingga ketika Nabi Muhammad wafat, hampir seluruh penduduk Jazirah Arab telah memeluk Islam. Para umat muslim memiliki dua pegangan hidup sebagai prinsip dasar mereka, yaitu Qur’an dan Hadits. Dua pegangan hidup ini menjadi rujukan dasar hukum-hukum Islam.

Berbeda dengan Israel-Yahudi dan Kristen, Islam tidak mengkaitkan kesesuaian Masjidil Aqsha melalui aspek material. Islam mengakui kesucian dan keberkahan Masjidil Aqsha lebih dikarenakan kehendak Allah sebagaimana termaktub dalam firman-Nya. Sama halnya ketika Islam memandang keutamaan Masjidil Al-Haram di  Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Satu hal pasti bahwa Islam mengakui agama Yahudi dan Nasrani sebagai ajaran dari Allah, ketika agama tersebut ada pada masa para Nabi, seperti Nabi Musa hingga Nabi Isa putrinya Maryam. Islam tetap mengimani bahkan sekaligus merasa turut memiliki para Nabi dan Rasul sebelum kemunculan Nabi Muhammand. Penganut Agama Islam selalu menghargai kitab-kitab suci mereka, seperti Taurat Nabi Musa, Zabur Nabi Daud, dan Injil Nabi Isa putra Maryam.

Hal-hal diatas seperti tercermin dalam kisah Isra Mikraj Nabi Muhammad. Sebelum Nabi Muhammmad menghadap Allah di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad diberhentikan di Masjidil Aqsha. Tepatnya di batu karang didalam Masjid Kubah Batu, ia memimpin shalat para Nabi dan Rasul untuk selanjutnya diterbangkan melintasi tujuh petala langit untuk menghadap Allah dan menerima perintah shalat. Dari kisah tersebut menjelaskan hubungan antara Nabi Muhammad dengan para Nabi dan Rasul telah mengimani Islam sebagai Agama setelah masa mereka. Selain itu, Masjidil Aqsha juga menjadi kiblat pertama bagi muslim pada masa-masa awal di Madinah. Secara tidak langsung, Allah seperti telah mewariskan serta memberikan hak kepemilikan Masjidil Aqsha di Bukit Muriah Jerussalem kepeda Islam. Dalam tradisi Islam Jerussalem kerap disebut dengan nama Madinah Al-Quds.

Kepemilikan muslim terhadap Masjidil Aqsha semakin dikukuhkan oleh para khalifah. Pada tahun 691 M Khalifah Abdul Malik dari Dinasti Bani Umayyah membangun sebuah masjid besar di Masjidil Aqsha, lebih tepatnya disamping Gereja Makam Suci. Masjid ini lebih dikenal dengan sebutan Qubbah As-Sakhrah atau Dome of Rock atau Masjid Kubah Batu. Masjid ini berkubah dari tembaga sehingga mengkilau bagaikan gemerlap kuning emas. Dikisahkan mpasjid tersebut dibangun untuk melindungi batu karang di dalam masjid yang hingga sekarang masih ada, tempat Nabi Muhammad berpijak ketika hendak bermikraj.

Sedangkan  Khalifah Abdul Malik juga membangun sebuah Masjid yang bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan Kubah Batu, Masjid yang dibangun oleh Khalifah Abdul Malik dinamakan dengan nama Masdil Al-Aqsha dengan kubah berwarna biru. Meskipun banyak hal-hal yang menegaskan bahwa Masjidil Aqsha adalah milik Islam. Namun Islam tetap menghargai keberadaan Gereja Makam Suci dan Tembok Ratapan.

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Setelah penulis menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa Umar adalah sesosok pemimpin Umat Islam yang sangat ditakuti musuh Islam.Karena beliau memiliki tubuh yang gagah dan perkasa.Salah satu kelemahan Umar adalah sifat cepat marahnya.Kemarahan Umar dapat diibaratkan seribu orang lelaki yang sedang marah.Sebelum masuk Islam Umar sangat sadis kepada pengikut ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad. Akan tetapi,setelah Umar mengenal Islam dan menjadi pemimpin umat Islam Umar adalah seorang pemimpin yang zuhud[13], adil, memperhatikankeadaan rakyatnya, bertaqwa, bersahaja, ikhlas, sangat takut kepada Tuhan, rendah hati, berwibawa besar, dan berhati sabar.

Pada saat Umar Ibn Khattab menjadi pemimpin Umat Islam, banyak sekali hal yang dilakukan Umar dalam kepemimpinannya, diantaranya Umar adalah orang yang pertama kali menetapkan penanggalan Hijriah, memberikan hukuman bagi pembuat fitnah, membuka berbagai negeri, membentuk mahkamah pengadilan,mengumpulkan manusia untuk melaksanakan shalat jenazah empat takbir, berhijrah secara terang-terangan, mengangkat hakim di berbagai negeri, mengadakan pajak, mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an di dalam satu mushaf.

Temuan penulis dalam karya tulis ilmiah dengan metode penelitian kajian pustaka ini yaitu Umar yang awal mulanya sangat memusuhi Islam, sampai beliau beranggapan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang dukun,penyair gila yang sedang mencari popularitas, tetapi setelah Umar mengenal Islam dan menjadi pemimpin Umat Islam, Umar bisa menjadi seorang pemimpin Islam yang sangat diseganioleh masyarakat. Beliau juga salah seorang yang memiliki sikap sangat kasar, walaupun terhadap keluarganya sekalipun.Tetapi, setelah beliau mengenal Islam, beliau dapat menjadi pemimpin yang sangat agung.Umar pun dapat menaklukan Kota Jerusalem tanpa ada pengangkatan senjata, dan penghancuran Kota sekalipun.Akan tetapi, Umar menaklukan Jerusalemdengan damai yaitu dengan jalan dakwah.Umar adalah pemimpin Islam pertama yang mendapatkan kunci Kota Jerusalem.

4.2. Saran

Kepemimpinan Umar ini sangat patut dicontoh oleh semua pemimpin di seluruh dunia.Karena pemimpin Umat seperti Umar adalah sesosok yang sangat diinginkan para masyarakat.

Seiring dengan keterbatasan penulis dalam memaparkan sosok dari seorang pemimpin Islam yaitu Umar Ibn Khattab dalam perjuangannya menaklukan Kota Jerusalem maka penulis menyarankan kepada pambaca agar mencari lebih banyak referensi yang berkaitan dengan kehidupan Umar sebagai sang penakluk.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badio, S. (2009, April ). http://www.bahasasiswa.do.am/blog/2009-04-07-98. Retrieved April 2009, from http://www.bahasasiswa.do.am/blog/2009-04-07-98

Bakar, A. (2008). Berebut Tanah Suci Palestina. Yogyakarta: Insan Madani.

Hamid, S. (2009). Sepuluh Sahabat yang dijanjikan Surga. Malaysia: Kalil.

Kuncahyono, T. (2008). Jerusalem Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir. Jakarta: Kompas.

Murad, D. M. (2008). Kisah Hidup Umar Ibn Khattab. Depok: Zaman.

Sayyid, A. M. (1424 H). 10 Sahabat Pemetik Janji Surga. Jogjakarta: Pustaka Al-Haura.

LAMPIRAN

Gambar 1. 1 Pintu Makam Yesus

Gambar 1. 2 Masjid Kubah Batu di Kompleks Masjidil Aqsha


[1]Abu Maryam Majdi bin Fathi As Sayyid, 10 Sahabat Pemetik Janji Surga, Al-Haura, 1424 H, hal 63.

[2]Trias Kuncahyono,  Jerusalem Kesucian, Konflik, dan Pengadilan akhir, Kompas, 2008, hal xv.

[3]Dr. Musthafa Murad, Kisah Hidup Umar Ibn Khattab, Zaman, 2007, hal 18.

[4]Ibid, hal 19.

[5]Ibid, hal 22.

[6]Abu Maryam Majdi bin Fathi As Sayyid, op.cit, hal 66.

[7]Saridah Hamid, Sepuluh Sahabat Yang Dijanjikan Surga, Kalil, 2007, hal 15.

[8]Dr. Musthafa Murad, op.cit, hal 60.

[10]Trias Kuncahyono, op.cit, hal xxxii.

[11]Dr. Musthafa Murad, op.cit, hal 93.

[12]Abu Bakar, Berebut Tanah Suci Palestina, Insan Madani, 2008, hal 139.

[13]Abu Maryam Majdi bin Fathi As Sayyid, op.cit, hal 77.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: