Jerusalem Bukan Kota Biasa

Jerusalem bukanlah kota biasa. Jerusalem bukan hanya sekedar kota. Jerusalem tidak bisa dibandingkan dengan kota-kota yang lain seperti Paris, London, New York, Washington, Moskow, atau Roma.Jerusalem terletak di sebuah wilayah yang menjadi jembatan, yang menghubungkan antara Asia, Afrika, dan Eropa.Jerusalem merupakan salah satu tempat suci yang didalamnya menyimpan sejarah, kisah, dan ajaran tentang kedamaian.Jerusalem memiliki sejarah panjang. Kota Jerusalem juga sering dikenal dengan sebutan Aelia Capitolina.

Kota ini telah ditaklukan, dihancurkan, dan dibangun kembali selama berkali-kali. Selama tiga puluh abad terakhir, sudah lebih dari dua puluh kali kota ini ditaklukan dan dihancurkan serta dibangun kembali. Sepanjang masa itu pula sejarah Jerusalem mengisahkan banyak hal tentang kasih, kebencian, dan kegairahan. Namun, Jerusalem bukan kota malaikat. Jerusalem juga tempat tinggal manusia biasa. Karena itu, nafsu-nafsu manusiawipun tetap hidup di kota suci itu. Jerusalem benar-benar berbeda dengan kota-kota lain didunia.Masyarakat Jerusalem atau mereka yang tinggal disekitar tempat-tempat suci tersebut masih menggunakan Bahasa Arab.Ada satu hal yang membedakan kota ini adalah kota ini sangat penting artinya bagi tiga Agama Samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam.

Ribuan orang yang datang berziarah ke Jerusalem percaya bahwa kota itu adalah pintu gerbang menuju surga. Di Jerusalem, mereka demikian dekat dengan Tuhan secara fisik. Mereka merasa di Jerusalembisa bertemu Tuhan.Mereka pun merasa ditempat inilah manusia bisa bercakap-cakap dan bersentuhan dengan Tuhan Sang Pencipta. Ketiga penganut Agama Samawi sama-sama mencintai Tuhan dan mereka mengungkapkannya dengan cara masing-masing. Di Jerusalem semua itu bisa terlihat di Tembok Ratapan, di Gereja Makam Kristus, di Masjid Al-Aqsha, dan di Dome of The Rock atau Masjid Kubah Batu. Ada satu hal yang sangat biasa apabila di senja hari, ketika adzan maghrib membubung tinggi menyeruak langit Jerusalem, tiba-tiba suara dentang lonceng Gereja mengiring doa Malaikat Tuhan dan membuat suasana senja semakin terasa magis. Sementara sejumlah penganut Agama Yahudi masih khusyuk sambil mengangguk-anggukan kepala menderaskan do’a didepan Tembok Ratapan. Semuanya memuliakan Tuhan.

Adalah sikap yang sangat tidak terpuji dan tidak bijaksana bilamana klaim kepemilikan atas Jerusalem hanya didominasi oleh satu Agama saja. Karena pada pasalnya pun, kota tersebut sudah ditakdirkan Tuhan untuk menjadi milik Agama Samawi dalam rangka berjumpa dengan Tuhan mereka Yang Esa.

Pemandangan yang memang tidak bisa dilupakan, yaitu bahwa Umat beragama melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing tanpa ada kecurigaan dan kebencian. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara sosiologis masyarakat yang tinggal di Jerusalem lebih menghendaki kedamaian daripada kekerasan.

Meski Agama Samawi berasal dari akar yang sama, dalam praktiknya pemeluk agama-agama itu tidak mampu untuk hidup damai berdampingan. Keadaan menjadi semakin pelik karena perbedaan itu sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Akibatnya Jerusalem yang seharusnya menjadi kota yang tenang dan sejuk bagi orang untuk beribadah berubah menjadi kota yang menakutkan. Kondisi itu semakin diperparah oleh begitu adanya tentara Israel berjaga-jaga disemua sudut kota dengan senjata tajam dan kendaraan lapis baja.

Harapan bagi terciptanya Jerusalem yang damai bukan tidak diupayakan. Berbagai langkah untuk mengakhiri segala salah pengertian berulang kali dilakukan. Namun, usaha keras yang telah dilakukan belum juga memberikan hasil yang menggembirakan. Bahkan seringkali terjadi kesedihan-kesedihan baru, karena mereka yang mengupayakan perdamaian justru akhirnya harus membayar langkahnya dengan nyawanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: