Larangan Minum Berdiri dalam Islam Dikupas Secara Medis

Aktivitas minum merupakan aktivitas yang biasa kita lakukan dan merupakan aktivitas yang lekat pada kehidupan kita sehari-hari. Dewasa ini, makan dan minum bukanlah kegiatan yang spesial lagi. Dahulu, orang-orang selalu makan dan minum dalam keadaan duduk untuk menghargai berkah yang diberikan sang pencipta. Namun kini, makan dan minum sambil berdiri bahkan berjalan sudah jadi hal yang lumrah. Ada beberapa adab minum yag telah dicontohkan dan sudah menjadi kebiasaan Rasullullah shallallahu’alaihi wasallam :

 

    1. Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala.

 

    1. Memulai minum dengan membaca basmalah.

 

    1. Minum dengan tangan kanan.

 

    1. Tidak bernafas dan tidak meniup air minum.

 

    1. Mengambil nafas diluar wadah air minum sebanyak tiga kali.

 

    1. Larangan minum langsung dari teko/ceret.

 

    1. Minum dengan posisi duduk.

 

    1. Menutup bejana air pada malam hari.

 

    1. Puas dengan minuman yang ada dan tidak mencelanya.

 
Telah diketahui bahwa rasul melarang kita minum sambil berdiri, bahkan orang tuapun terkadang melarang kita untuk minum dan makan sambil berdiri. Mungkin kedengarannya seperti nasihat biasa saja dan bahkan sering kali kita meremehkannya, akan tetapi hal kecil tersebut ada benarnya dan dapat dibuktikan dari segi agama maupun dari segi kesehatan.

 

Dari segi agama telah terbukti bahwa sabda Nabi dari Abu Hurairah,”Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” (HR. Muslim). Lalu dari Anas dan Qatadah radhiallaahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”. Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”(HR. Muslim dan Turmidzi).

Kebiasaan Nabi tersebut ternyata terbukti dari segi kesehatan yang telah diteliti oleh para ahli medis. Jika kita minum sambil berdiri maka tidak dapat memberikan kesegaran tubuh secara optimal, karena air yang kita minum akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sedangkan air yang dikonsumsi harus ditampung dulu didalam lambung, di lambung tersebut air minum disaring oleh sfinger. Sfinger adalah  suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup, dan hanya terbuka apabila kita minum dalam keadaan duduk. Seharusnya setiap air yang kita minum akan disalurkan pada bagian-bagian penyaringan yang berada di ginjal, akan tetapi jikalau kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi akan menuju kandung kemih kemudian akan menyebabkan pengendapan disaluran ureter. Akibat banyaknya limbah-limbah yang menyisa di ureter maka bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.

Ditulis oleh : Safira Hilwa Tsauri (Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: